Demak, FAKTIVA.TV – Ruas Jalan Pantura Semarang–Demak, Jawa Tengah, mulai memasuki tahap peninggian badan jalan sekaligus pekerjaan preservasi nasional yang dijadwalkan berlangsung sejak Januari hingga April 2026. Selama masa pengerjaan, arus lalu lintas di jalur utama ini diperkirakan melambat dan berpotensi menimbulkan kemacetan, khususnya pada jam-jam padat kendaraan.
Proyek tersebut menyasar peningkatan kualitas dan daya tahan jalan agar lebih mampu menghadapi genangan air serta lalu lintas kendaraan berat yang selama ini kerap memicu kerusakan dan mengganggu kelancaran mobilitas pengguna jalan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 Provinsi Jawa Tengah, Iwan Susanto, menjelaskan bahwa pekerjaan ini difokuskan untuk memperkuat struktur jalan.
“Pekerjaan ini ditujukan agar jalan lebih tahan terhadap genangan air dan beban lalu lintas yang tinggi,” ujar Iwan, Minggu (4/1/2026), seperti dikutip dari Kompas.com.
Ia menambahkan, preservasi akan dilakukan pada ruas Jalan Batas Kota Semarang–Demak–Trengguli–Jepara hingga perbatasan Kabupaten Kudus. Proses perkerasan beton direncanakan berlangsung selama empat bulan, yakni dari Januari hingga April 2026.
Secara khusus, penanganan di kawasan Jalan Kaligawe KM 3+450 hingga KM 4+650 atau sekitar Terminal Terboyo dilakukan dengan metode peninggian badan jalan, mengingat wilayah tersebut kerap terdampak banjir rob.
Untuk meminimalkan dampak kemacetan, masyarakat diimbau memanfaatkan jalur alternatif. Pengendara dari arah Semarang menuju Demak maupun sebaliknya disarankan melintas melalui Jalan Wolter Monginsidi, kemudian berbelok ke kiri menuju Jalan Banjardowo, dilanjutkan ke Bulusari, Onggorawe, hingga masuk ke wilayah Demak.

