Semarang, FAKTIVA.TV – Perjalanan pulang ke Semarang berubah menjadi mimpi buruk bagi Fahbian setelah kereta api rute Bekasi–Semarang yang dijadwalkan berangkat Senin (19/1/2026) pukul 00.30 WIB mendadak dibatalkan akibat banjir yang merendam sejumlah lintasan. Kondisi tersebut memaksanya mengajukan izin kerja karena tak bisa kembali ke kota asal sesuai rencana.
Fahbian sebelumnya memanfaatkan libur panjang sejak Jumat (16/1/2026) hingga Minggu (18/1/2026) untuk berkunjung ke wilayah Jabodetabek dan bertemu kekasihnya. Namun, menjelang kepulangan, kekhawatiran mulai muncul seiring tingginya curah hujan yang belum mereda dan kabar banjir di sejumlah jalur kereta api.
“Ramai diberitakan banyak kereta dibatalkan karena jalurnya terendam banjir. Saya sempat khawatir apakah kereta saya ikut terdampak,” ujar Fahbian saat dihubungi pada Minggu (18/1/2026).
Ia mengaku telah memeriksa status tiket pada Sabtu (17/1/2026) malam dan mendapati perjalanannya masih tercatat aktif. Namun, kepanikan muncul keesokan paginya setelah mengetahui seluruh perjalanan kereta tersebut dibatalkan secara tiba-tiba, sementara ia dijadwalkan kembali bekerja pada Senin siang.
“Panik, karena Senin saya sudah harus masuk kerja,” katanya.
Akibat pembatalan itu, Fahbian segera mencari alternatif transportasi lain. Ia akhirnya mendapatkan tiket bus menuju Semarang dengan harga Rp240.000, meski jadwal keberangkatan baru tersedia pada Senin pukul 08.00 WIB. Kondisi tersebut membuatnya tak memiliki pilihan selain mengajukan izin kepada atasannya.
“Sudah saya kabari atasan. Besok izin karena belum bisa pulang,” tambahnya.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan total 38 perjalanan kereta api pada Minggu (18/1/2026) imbas banjir yang melanda wilayah kerja Daop 4 Semarang dan Daop Jakarta. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan dan pelanggan menjadi prioritas utama perusahaan.
“Keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan menjadi prioritas utama. Dengan bertambahnya titik banjir serta potensi keterlambatan yang tinggi, KAI melakukan rekayasa pola operasi, mulai dari pengalihan rute, pembatasan kecepatan, hingga pembatalan perjalanan guna menghindari risiko keselamatan,” ujar Anne dalam keterangan resmi.
Banjir di kawasan Jakarta dan Semarang menyebabkan genangan di lintasan rel, sehingga sebagian jalur belum dapat dilalui secara aman. KAI pun terus melakukan pemantauan intensif dan pemeriksaan teknis menyeluruh sebelum kembali mengoperasikan perjalanan.
Berdasarkan evaluasi operasional terkini, 38 perjalanan kereta api dibatalkan karena tingkat keterlambatan yang sangat tinggi dan kondisi lintasan yang belum memungkinkan untuk dilewati secara aman. Sejumlah kereta yang terdampak antara lain KA Argo Bromo Anggrek, Argo Sindoro, Argo Muria, Argo Anjasmoro, Blambangan Ekspres, Brantas, Menoreh, Tawang Jaya Premium, Kamandaka, Kaligung, Ambarawa Ekspres, Matarmaja, Tegal Bahari, Parahyangan, Taksaka, Papandayan, Purwojaya, Ciremai, hingga KA Sembrani Tambahan dengan berbagai relasi.
KAI mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait perjalanan kereta api dan menyesuaikan rencana perjalanan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

