Semarang, FAKTIVA.TV – Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan wisatawan untuk menjajal destinasi baru di Kota Semarang. Salah satu yang ramai disambangi adalah Olive Manor, kawasan wisata di BSB City, Mijen, yang menawarkan konsep ruang terbuka hijau berpadu dengan arsitektur bergaya Eropa.
Destinasi ini menjadi alternatif bagi pelancong yang ingin menikmati suasana liburan dengan udara segar dan pemandangan estetik. Dari pantauan di lokasi, area parkir Olive Manor dipadati kendaraan berpelat luar daerah. Sejumlah wisatawan bahkan memilih menggunakan taksi daring atau sepeda motor demi bisa mencicipi aneka kuliner sekaligus berfoto di berbagai sudut bangunan yang ikonik.
Ita (22), wisatawan asal Boyolali, mengaku sengaja menginap di Semarang agar dapat menikmati Olive Manor dengan lebih santai tanpa diburu waktu. Ia menyebut pilihannya berlibur ke Semarang didasari kondisi Yogyakarta yang dinilainya terlalu padat selama musim libur akhir tahun.
“Ke Semarang soalnya enggak serame Jogja. Memang ramai, tapi masih nyaman. Jogja katanya sudah dikunjungi jutaan orang, masa mau aku tambahin lagi,” ujar ita, Minggu (28/12/2025).
Bersama suaminya, Ayu mencicipi pizza Serita serta minuman cokelat panas dan matcha panas setelah menempuh perjalanan di tengah hujan. Menurutnya, batas minimum pembelian Rp75.000 per orang masih tergolong wajar dengan kualitas makanan dan suasana yang ditawarkan.
“Rasanya oke, enggak ada yang mengecewakan. Memang agak mahal, tapi sesuai dengan tempat dan lokasinya di kawasan BSB,” katanya.
Tak hanya kuliner, daya tarik utama Olive Manor juga terletak pada banyaknya spot foto. Ita mengaku berhasil mengabadikan lebih dari 100 foto hanya dalam waktu tiga jam. Mulai dari foto makanan, properti antik seperti setrika arang, kincir angin, hingga deretan bangunan yang berjajar rapi.
“Vibes-nya Eropa campur Afrika, estetik banget buat konten Instagram. Aku memang penasaran sejak lihat konsep rustic market di Malang dan Bogor lewat media sosial,” tuturnya.
Wisatawan lain, Setya (29), datang bersama suami dan dua anaknya dari Pati untuk perjalanan singkat sehari. Ia mengetahui Olive Manor dari media sosial dan memanfaatkan momen libur sekolah anak-anaknya.
“Udaranya segar karena di pinggir danau, anak-anak senang. Kami sudah puas foto-foto dan makan spaghetti sama pizza, jadi langsung pulang,” ujarnya.
Selain itu, Citra (19) juga datang bersama ibu dan adiknya dari Purwodadi dengan menggunakan kereta api sejak pagi hari. Mereka tiba di lokasi pada sore hari dengan menggunakan taksi daring.
“View-nya bagus dan sesuai ekspektasi. Sekarang sudah enggak penasaran lagi,” kata Reva sambil menunggu jemputan untuk kembali pulang.
Keberadaan Olive Manor pun menjadi warna baru wisata Kota Semarang, khususnya di tengah tingginya minat masyarakat berlibur selama masa Nataru.

